Judul: ððĻ ððĒðŊð (ððĒððŪðĐ)
Penulis: ððŪ ððŪð
ððĨðĒðĄ ðððĄððŽð: ðð ðŪðŽððĒð§ðŪðŽ ððĒððĻð°ðĻ
Penerbit: ðð.ððŦððĶðððĒð ððŪðŽðððĪð ððððĶð
Tahun: ðððð
Halaman: ððð ðĄðĨðĶ; ðð ððĶ
ðððð ððððððððððððð
ð―ðĄðŠð§ð
Dari seorang anak tuan tanah kaya yang menghabiskan waktu di meja judi dan ranjang pelacur, Fugui kehilangan harta dan orang-orang yang dicintainya. Dia berusaha bertahan hidup di tengah kekejaman perang saudra, absurditas Revolusi Kebudayaan, hingga bencana kelaparan yang melanda China akibat kekeliruan kebijakan Mao. Kisah tragis kehidupan seorang Fugui merangkum kengerian perjalanan sejarah negeri China di tengah ingar-bingar revolusi komunis.
To Live adalah karya kontroversial salah satu novelis terbaik China yang sempat dilarang beredar di China, telah meraih berbagai penghargaan sastra internasional, difilmkan, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. Dengan kata-katanya yang sederhana namun bergemuruh dan menggugah, Yu Hua bercerita tentang sebuah China. Yang begitu nyata, tanpa basa-basi.
ððð
Novel To Live ini membuatku menangis, nyesek rasanya. Menceritakan seorang pria bernama Fugui, seorang anak tuan tanah yang suka bermain judi dan suka pergi ke tempat pelacuran. Dia telah memiliki istri, bernama Jiazhen dan memiliki dua orang anak, Fengxia (perempuan) dan Youqing (laki-laki). Fugui kehilangan seluruh hartanya karena keserakahan dia yg selalu berjudi.
Fugui beralih menjadi seorang petani yang miskin dan menghabiskan hidupnya di sebuah dusun. Tetapi dibalik kemiskinan Fugui, membuatnya nyawanya selamat. Fugui melewati perjalanan Revolusi. Dan dia ditinggalkan satu per satu anggota keluarganya yg direnggut kematian.
Cerita yang sempurna dalam menggambarkan penderitaan seorang Fugui di tengah kemelut negeri (China), kemelut perang antara kaum nasionalis dan komunis.
Terjemahannya luwes, dan sangat mudah dipahami. Sehingga sangat bisa dinikmati ceritanya dari halaman per halaman. Awalnya memang sedikit membosankan buatku, tapi menginjak di halaman 60an aku bisa mengikuti alur ceritanya.
Membaca buku ini, membuatku terbuka dalam memandang sebuah kehidupan. Kehidupan, perjuangan, kesedihan, tangisan memang selalu terjadi dalam kehidupan manusia.
"ððĒðĨðŠ ð°ðģðĒðŊðĻ ðŦðĒðŊðĻðĒðŊ ðīðĒðŪðąðĒðŠ ððķðąðĒðŽðĒðŊ ðĶðŪðąðĒðĩ ðĐðĒð. ððŠðĨðĒðŽ ðĢð°ððĶðĐ ðŽðĶððŠðģðķ ðĢðŠðĪðĒðģðĒ, ðĩðŠðĨðĒk ðĢð°ððĶðĐ ðŽðĶððŠðģðķ ðĩðŠðĨðķðģðŠ ðģðĒðŊðŦðĒðŊðĻ, ðĩðŠðĨðĒðŽ ðĢð°ððĶðĐ ðŽðĶððŠðģðķ ðŪðĒðīðķðŽ ðģðķðŪðĒðĐ, ðĩðŠðĨðĒðŽ ðĢð°ððĶðĐ ðŽðĶððŠðģðķ ðŪðĶðģð°ðĻð°ðĐ ðŽðĒðŊðĩð°ðŊðĻ" (Fugui).
Yu Hua mengatakan:
"To Live menulis tentang kemampuan manusia menahan penderitaan dan kesulitan, sebagai pandangan optimistis manusia terhadap dunia. Proses menulis ini membuat saya sadar, manusia hidup sesungguhnya adalah demi hidup itu sendiri, dan manusia bukan hidup demi hal-hal lain di luar hidup."
⭐ Rating Goodreads: 4.33/ 5.0
⭐ Ratingku: 4.8/ 5.0

Tidak ada komentar:
Posting Komentar