Judul: Nenek Hebat dari Saga
Judul asli: Saga no Gabai Baachan
Penulis: Yoshichi Shimada
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Penerbit: Kansha Publishing
Cetakan I: Juni 2016
Halaman: 264 hal
ISBN: 9786027041097
.
Buku ini berdasarkan kisah nyata yg dialami penulis ketika masih kecil. Di buku ini, penulis menggunakan nama kecilnya, yaitu Akihiro Tokunaga.
.
Kisah seorang anak bernama Akihiro Tokunaga, anak yatim yang tinggal bersama ibunya. Ayahnya meninggal akibat pengaruh radioaktif dari bom Hiroshima. Kala itu Jepang mengalami kondisi berat. Bom atom pertama yang dijatuhkan di muka bumi mendarat di Hiroshima.
.
Karena kesibukan ibu Akihiro, dan tidak ada waktu untuk Akihiro. Akihiro dititipkan kepada neneknya di desa Saga. Dia mulai hidup bersama Nenek sejak tahun 33 era Shiwa (1958), ketika itu Nenek sudah berusia 58 tahun. Ketika itu Akihiro kecil masih menjadi murid Sekolah Dasar.
.
Nenek Osano hidup amat sederhana, dan kekurangan. Beliau bekerja sebagai penyapu halaman sekolah. Akihiro juga harus menyesuaikan dengan lingkungan barunya. Walaupun hidup dengan serba kekurangan, Nenek Osano tidak pernah pesimis dan slalu optimis. Selalu ceria dan selalu bersemangat. Nenek adalah orang yg gigih dan selalu punya ide-ide brilian, serta nasihat-nasihat yang membuat Akihiro patuh dan mempercayainya.
.
Disinilah Akihiro diajarkan arti kehidupan. Kata Nenek, hiduplah miskin mulai sekarang, bila sudah kaya, kiya jadi berplesir, jadi makan sushi, jadi menjahit kimono. Hidup jadi kelewat sibuk 😁
.
Nenek Osano selalu mempunyai ide-ide yg kreatif dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Misalnya saja, memasang galah di sungai yg berada di depan rumahnya agar sayur sayuran yg dibuang dari pasar akan tersangkut di galah tsb. Nenek Osano selalu menyebut sungai itu sebagai "Supermarket Pribadi".
Kata Nenek, "Lobak yang berujung dua sekalipun, kalau dipotong-potong dan direbus, sama saja dengan yg lain. Timun yg bengkok sekalipun, bila diiris-iris dan dibumbui garam, tetap saja timun."
.
Dibuku inipun juga dceritakan kisah Akihiro dan teman-temannya di sekolah dan juga guru-gurunya. Seperti kisah tentang gurunya yg selalu mengajak bertukar bekal setiao acara olahraga tahunan, dgn alasan sakit perut. Trnyata bekal gurunya itu berisi makanan yg lezat. Dan Akihiro baru menyadari setelah sekian tahun, bahwa gurunya hanya ingin berusaha berbuat baik pdanya.
.
Kalau ditulis sprti ini, seolah Nenek hanya bisa bergantunh pada kebaikan orang lain. Tapi sebenarnya Nenek sendiri juga orang yg gemar membantu orang lain.
"Kebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan"
.
Novel ini sangat ringan dibaca, setiap kalimat mudah dicerna dan membekas dihati. Kisah Nenek Osano dari Saga sangat menyentuh, mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, optimis, berjuang gigih. Dan disini belajar bahwa kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yg dtentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yg ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.
.
Aahh alangkah indahnya hidup ini apabila kita tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur 🥰
Tidak ada komentar:
Posting Komentar