Judul: 𝐃𝐫𝐮𝐩𝐚𝐝𝐢
Penulis: 𝐒𝐞𝐧𝐨 𝐆𝐮𝐦𝐢𝐫𝐚 𝐀𝐣𝐢𝐝𝐚𝐫𝐦𝐚
Penerbit: 𝐏𝐓.𝐆𝐫𝐚𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐏𝐮𝐬𝐭𝐚𝐤𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚
Tahun: 𝟐𝟎𝟏𝟕
Halaman: 𝟏𝟒𝟗 𝐡𝐥𝐦
𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗
"𝘼𝙥𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙋𝙖𝙣𝙙𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝘿𝙧𝙪𝙥𝙖𝙙𝙞."
Dewi Drupadi tidak menyukai suratan. Kehidupan manusia tidak ada artinya tanpa perjuangan. Jika segalanya telah menjadi suratan, apakah yang masih menarik dalam hidup yang berkepanjangan? Apakah usaha manusia tidak ada artinya? Apakah semuanya memang sudah ditentukan oleh dewa-dewa? Seperti ia menjadi istri dari lima ksatria Pandawa?
"𝙈𝙖𝙠𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙞𝙠𝙖𝙥 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪."
.
Novel ini merupakan novel sastra, Drupadi seorang perempuan poliandris. Penulis menceritakan kisah Drupadi dari awal kelahirannya sampai kisah kematiannya.
.
Drupadi tidak hanya cantik dan mempesona, tetapi ia juga cerdas dan pemberani. Drupadi bersuamikan kelima Pandawa, yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kekalahan dalam perjudian yang dilakukan Yudhistira dalam melawan Duryudana, membuat suasana menjadi meresahkan dan Drupadi menjadi korban pemerkosaan.
.
Drupadi berani menyuarakan isi hatinya sebagai perempuan yang menjadi korban penindasan.
"Apakah seorang perempuan boleh dihina dan tidak dipedulikan harga dirinya? ... Aku telah selalu mengabdi kepada mereka, tapi apa pengabdian mereka kepadaku? Bukankah pria dan wanita sesungguhnya setara? Tapi mereka tidak pernah menyetarakan perempuan!." (hlm 96)
Drupadi membela hak asasinya sebagai perempuan. Drupadi mengatakan, "Kemarahan adalah hak manusia, ... Kita mempunyai hak untuk suatu kemarahan yang beralasan, dan aku menggunakan hak seorang perempuan." (Hlm 99)
.
Penulis mengajak kita melihat novel ini dari sudut pandang feminisme. Yang berkisah tentang cinta, dendam, hak seorang perempuan, dan kesetiaan menjalani peran dalam kehidupan. Walaupun ceritanya terkesan melompat-lompat, tapi aku masih bisa menikmatinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar