Senin, 01 Maret 2021

SAIA (Review Buku)

 


Judul: 𝐒 𝐀 𝐈 𝐀 

Penulis: 𝐃𝐣𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐌𝐚𝐞𝐬𝐚 𝐀𝐲𝐮 

Penerbit: 𝐏𝐓. 𝐆𝐫𝐚𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐏𝐮𝐬𝐭𝐚𝐤𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚

Tahun: 𝟐𝟎𝟏𝟒 

𝐂𝐞𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐠𝐚 𝟐𝟎𝟏𝟕

Halaman: 𝟏𝟑𝟗 𝐡𝐥𝐦 

𝐈𝐒𝐁𝐍 𝟗𝟕𝟖𝟔𝟎𝟐𝟎𝟑𝟑𝟖𝟗𝟓𝟖



𝙋𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣... 𝘽𝙪𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙞 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖 𝙮𝙖

.

Ini pertama kalinya aku membaca buku karya dari Djenar Maesa Ayu. Awalnya aku kaget, bahasanya agak vulgar. Tapi setelah aku baca lebih jauh, cerpen-cerpen di dalamnya cukup menarik.

Buku ini merupakan kumpulan cerpen, terdapat 15 judul cerpen di dalamnya. Isi cerpen didalamnya berkisah tentang perempuan yang berjuang dengan kehidupan yang penuh dengan pahit dan luka.

.

Berbagai persoalan didalamnya tidak jauh dengan persoalan tentang seksualitas, kekerasan, moralitas dan pelacuran. Kisah-kisah di dalamnya membawa kita ikut merasakan keresahan, kesakitan baik psikis maupun fisik, kegelisahan, dan kesedihan.

.

Ada yang unik di kumcer ini, yaitu cerpen dengan judul "Nol-Dream Land". Cerpen yang tiap halamannya dipenuhi dengan suara detak jarum jam yang ada di dalam kepala seorang perempuan, 𝘛𝘰𝘬-𝘵𝘰𝘬, 𝘵𝘪𝘬-𝘵𝘰𝘬. Adalagi judul cerpen "Air Mata Hujan", hanya 1 halaman. Untuk bunda-bunda atau kakak-kakak yang pernah membaca buku ini, bisa tolong jelaskan maksud cerpen dengan judul tersebut? Aku beneran bingung dengan judul cerpen tersebut hehe ✌️

.

Selain tentang seksualitas, salah satu judul cerpen SAIA menceritakan tentang keluarga yang kurang harmonis. Hubungan antara suami dan istri dan juga anak. Selalu terjadi pertengkaran dan KDRT, anak menjadi korban kekerasan dari orangtua. Miris 😭

"Mereka pun menghukum saya tanpa belas kasihan. Bergantian melemparkan caci makian. Juga tonjokan. Tak terkecuali tendangan. Mereka tak peduli walau saya sudah menangis minta ampun dan merintih kesakitan. Sepertinya, hanya saat menghukum saya itulah pendapat mereka tak lagi bersebrangan. Mereka yang semulai bagai anjing dan kucing, tiba-tiba berubah bak teman persekutuan." (Hlm 72)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar