Arah Musim// Kurniawan Gunadi// Penerbit Bentang// 2019// 188 hlm; 20,5cm// ISBN 9786022916482
.
Arah Musim membahas tentang perjalanan hidup dengan banyak sudut pandang. Menyajikan banyak adegan kehidupan yang bisa kita ambil makna dari kehidupan itu sendiri dan hikmahnya.
.
Buku yang bisa merefleksikan diri. Melihat lebih jauh tentang kehidupan melalui perasaan-perasaan kita. Tentang kekhawatiran, ketakutan, keresahan, harapan, dan kejujuran. Membaca buku ini sepertinya harus dalam keadaan rileks dan pelan-pelan, agar lebih dapat feel'nya dalam membaca di setiap bagian ceritanya.
.
Ketika kita membaca buku ini, kita diajarkan melihat bagaimana seseorang memandang atau melihat sebuah kehidupan.
.
Kita sering memahami bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita adalah hal-hal terbaik yang bisa kita dapatkan.
Kita sering salah memahami maksud-maksud tersembunyi yang Tuhan hadirkan dalam semua rentetan kejadian hidup yang amat berharga.
Tuhan ingin mengajarkan kita sesuatu. Sesuatu yang sering kita tolak kehadirannya. Sesuatu yang barangkali menjadi doa-doa kita selama ini.
Tapi, kita tidak cukup sabar untuk melewati perjalanan ini, melewati musim-musim yang silih berganti.
______________________
"Hidup. Bukanlah tentang mendengarkan orang lain sebanyak-banyaknya. Keputusan-keputusan bukan diambil dari apa kata orang. Kamu menikah, bukan karena kata orang. Kamu berkarier, bukan karena kata orang. Kamu melakukan kebaikan bukan untuk kata orang. Hidup ini sudah bising oleh riuh rendah suara-suara sumbang di balik bayang-bayang, mendikte hidupmu seolah-olah itu adalah yang terbaik untukmu, padahal mereka tidak oernah menjadi dirimu, apalagi menjalaninya. Keputusan hidup kita bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan mencapai titik tertingginya, yaitu keridaan Tuhan". (Hal 16)
"Hidup. Ia tidak seperti cermin, yang menunjukkan hampir keseluruhan apa yang diterimanya tanpa rahasia. Hidup itu menyembunyikan rahasia-rahasianya. Hiduo melipat banyak misteri, kita harus membukanya satu per satu. Kemudian, bagian yang tak kalah pentng adalah kita bersiap untuk menerima kenyataan yang kita dapati dari setiap rahasia yang tersingkap".
Hidup itu seperti apa bagimu? Serumit itukah? Atau sesederhana kamu bisa memahaminya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar