Jumat, 30 Juli 2021

REPRESI (Review Cabaca)


Judul: 𝐑𝐞𝐩𝐫𝐞𝐬𝐢 
Penulis: 𝐀𝐧𝐢𝐧𝐝𝐢𝐭𝐲𝐚𝐬 𝐑𝐚𝐡𝐦𝐚𝐥𝐢𝐚 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢 
Jumlah bab: 𝟏𝟐 𝐛𝐚𝐛 
Baca di: 𝐂𝐚𝐛𝐚𝐜𝐚

Blurb
Perundungan yang pernah Azalea alami di masa sekolah menghancurkan kepercayaan dirinya. Azalea tidak mengerti mengapa ia mendapatkan penghakiman atas apa pun yang ia lakukan hanya karena badannya gemuk. Teman-temannya hanya bersikap baik padanya di saat-saat tertentu, dan itu tidak termasuk momen-momen ketika Roseanne merundungnya. Perlawanan yang pernah Azalea lakukan justru membuktikan kepadanya bahwa beauty privilege itu nyata. Dunia hanya berpihak pada mereka yang cantik. Azalea hanya punya Tristan dan Lily, dua sahabatnya, untuk menemaninya berpijak dengan kuat agar tidak diempas dunia yang kejam itu.
Namun, saat Tristan menghancurkan hatinya, pijakan Azalea perlahan-lahan retak.

📖📖📖
Apakah kalian pernah mengalami body shamming?

Aku pernah mengalami body shamming. Dan itu memang mempengaruhi mentalku. Sama seperti yang Azalea alami. Azalea korban body shamming, sampai dia menyimpan trauma itu dalam waktu yang lama. Hingga dia mengalami kesulitan tidur.

Tapi salut buat Azalea, dia bertumbuh dan berfokus pada impiannya, yaitu menjadi dokter. Kemudian dia meneruskan ke spesialis dokter kejiwaan, dan menjadi psikiater. Tapi trauma masa lalunya masih terus membayanginya, dia belum bisa berdamai dengan itu semua. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan Abian, seorang fotografer sekaligus pemilik kedai kopi di dekat klinik tempat prakteknya.

Tapi dengan hadirnya Abian, membuat Azalea dihadapkan kembali dengan perasaan sakit akan masa lalunya.
Lalu, apakah Azalea dapat menghadapi trauma masa lalunya itu? Apakah dia bisa menerima dan memaafkan semua yang telah melukai dirinya?

Alur ceritanya cepat, perpindahan saat Azalea SMA ke kuliah hingga lulus diceritakan seringkas mungkin. Bahasanya ringan, ada beberapa istilah kedokteran yang awalnya aku tidak mengerti artiinya, jadi mengerti (pastinya jadi penasaran nanya mbah google hehe).

Bisa dikatakan cerita ini bertema sicklit, tentang mental health. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil disini. 
"Jangan lupa perhatikan lingkungan di sekitar kita karena kita tidak pernah tahu kapan kita bisa terluka atau melukai seseorang. Minta maaflah jika kita bersalah dan jaga oramg-orang di sekitar kita."

Kamis, 29 Juli 2021

Emilia and The Secret Kingdom (Review Cabaca)


Judul: 𝐄𝐦𝐢𝐥𝐢𝐚 𝐚𝐧𝐝 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐞𝐜𝐫𝐞𝐭 𝐊𝐢𝐧𝐠𝐝𝐨𝐦 
Penulis: 𝐍𝐮𝐫 𝐀𝐢𝐧𝐲
Bab: 𝟏𝟓 𝐁𝐚𝐛
Baca di: 𝐂𝐚𝐛𝐚𝐜𝐚

𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗
Emilia kembali ke Kampung Baru untuk melanjutkan kuliah. Dia terpaksa harus tinggal di rumah peninggalan kakeknya, Aryo. Rumah yang menjadi tempat bermainnya ketika kecil.
Belum genap satu minggu menetap, Emilia menemukan banyak keganjilan di rumah itu. Derap langlah selalu terdengar setiap pagi dan petang hari. Kucing hamil yang tiba-tiba terdampar di teras rumah, ternyata bisa berbicara dan meminta Emilia mengembalikannya ke Kerajaan Mao.
Petualangan Emilia dimulai tatkala menemukan surat di ruang rahasia rumah tersebut yang sudah tersimpan 10 tahun lamanya.

Gimana kagetnya kalau tiba-tiba kucingmu bisa ngomong? 😱

Aku tertarik membaca cerita ini, alasannya adalah karena cerita ini bertemakan fantasi yang mengangkat kisah persahabatan kucing dan manusia. Kebetulan dirumah, aku memelihara dua ekor kucing 😽

Seorang mahasiswa baru bernama Emilia baru pindah ke Kampung Baru, di rumah Kakek Neneknya. Disanalah ia bertemu dengan Yupi, seekor kucing betina calico (kucing tiga warna) yang tiba-tiba bisa berbicara dengannya.

Yupi meminta tolong padanya untuk mengembalikannya ke kerajaan Mao. Kerajaan apa itu?
Jadi di Kampung Baru ini mempunyai kisah tragedi yang memilukan. Sewaktu Emilia kecil, kucing-kucing liar di kampung Kakek Neneknya ditangkap dan dimasukkan ke dalam karung, lalu dibuang. Ada apa sebenarnya?
Siapakah Yupi sebenarnya? Lalu kenapa Emilia harus menolongnya?

Untuk para pecinta kucing, cerita ini bagus untuk dibaca. Ceritanya ringan, gaya berceritanya pun menurutku asik. Alur ceritanya maju mundur. Alur mundur, ketika Emilia bermimpi kembali ke masa lalu, sewaktu dia kecil. Waktu seperti berputar, menjawab semua permasalahan yang terjadi di Kampung Baru dan kucing-kucing liar itu.

Dari cerita ini, kita juga mendapat nasihat yang sederhana namun sangat bermakna. Kalau memang diantara kalian tidak menyukai kucing, setidaknya jangan sakiti dia. Kucing di maksudkan untuk mengajarkan kita, bahwa tidak ada di dunia ini yang di ciptakan tanpa maksud.