Selasa, 26 Januari 2021

Nevermoor The Trials of Morrigan Crow (Review Buku)


Judul: 𝐍𝐞𝐯𝐞𝐫𝐦𝐨𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐓𝐫𝐢𝐚𝐥𝐬 𝐨𝐟 𝐌𝐨𝐫𝐫𝐢𝐠𝐚𝐧 𝐂𝐫𝐨𝐰 Penulis: 𝐉𝐞𝐬𝐬𝐢𝐜𝐚 𝐓𝐨𝐰𝐧𝐬𝐞𝐧𝐝 
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡: 𝐑𝐞𝐧𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐚𝐫𝐝𝐢𝐧𝐢 
𝐄𝐝𝐢𝐭𝐨𝐫: 𝐘𝐮𝐥𝐢 𝐏𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐢𝐚 
Penerbit: 𝐌𝐢𝐳𝐚𝐧 𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐢 
Tahun: 𝟐𝟎𝟏𝟕 
Halaman: 𝟒𝟔𝟒 𝐡𝐥𝐦; 𝟐𝟐𝐜𝐦 
 𝐈𝐒𝐁𝐍 𝟗𝟕𝟖𝟔𝟎𝟐𝟑𝟖𝟓𝟑𝟓𝟕𝟏
.
Morrigan Crow tahu dia akan mati saat berulang tahun ke-12, tepat pada hari Eventide. Seperti halnya anak-anak lain yang lahit pada tahun yang sama, dia dituduh sebagai penyebab semua kesialan di kotanya, dari kematian, cuaca buruk, kekalahan dalam lomba, sampai makanan basi.
Namun, siapa sangka Eventide tiba satu tahun lebih cepat? Dan, siapa sangka pula, bukannya Maut, malah Jupiter North yang menjemputnya, membawa Morrigan kabur ke kota rahasia, Nevermoor.
.
Morrigan Crow "dicap" sebagai anak terkutuk. Morrigan selalu menjadi kambing hitam dalam segala permasalahan yang terjadi di kotanya. Ayah Morrigan adalah kanselir Great Wolfacre, yang terbesar di antara keempat negara bagian Republik Wintersea. Ayahnya adalah orang yang penting dan selalu sibuk. Dia jg mempunyai ibu Tiri. Hal ini yang menyebabkan Morrigan selalu kesepian, dan kurang bahagia.
Sampai suatu ketika, dia "diculik" oleh Jupiter North dan mengajaknya ke Nevermoor, Negeri Bebas.
.
Jupiter, sebagai pengayom Morrigan, mengajaknya untuk mengikuti seleksi sebagai anggota Wundrous Society. Hanya sembilan anak yang akan diterima di akademi bergengsi bagi anak-anak berbakat. 
Lalu, apa bakat terpendam yang dimiliki Morrigan Crow? 
Bagaimana dia bisa bersaing dengan anak-anak hebat lainnya?
Hanya satu yang diinginkan Morrigan, dia hanya menginginkan tempat yang bisa disebutnya rumah, orang-orang yang bisa dianggapnya sahabat dan keluarga.
.
Tapi disamping itu semua, ternyata Morrigan diincar oleh Jones Squall yang ternyata adalah Wundersmith, musuh dari semua penduduk Nevermoor.
.
Ibarat kalau di Harry Potter, Jupiter adalah Dumbledore. Dan Jones Squal adalah Voldemort 😁
.
"Kau tadi menanyakan apakah kutukan adalah bakatmu? Apa keahlianmu adalah mendatangkan kecelakaan? Camkan perkataanku ini:  𝘒𝘢𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢-𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢, Morrigan Crow. Sedari awal juga tidak pernah".
.
Novel fantasi ini membuatku nostalgia akan suasana magic. Suasana berpetualangan. Ceritanya sangat rinci dan detail. 

⭐ 4.2 / 5.0

Jumat, 08 Januari 2021

Re: (Review Buku)


Judul: Re: 
Penulis: Maman Suherman 
Penerbit: POP, Jakarta, 2014
Tebal halaman: 160 hlm, 13,5x20 cm 
ISBN 13: 9786026208316

Pertama-tama, saya mengucapkan terimakasih karena buku ini merupakan hadiah giveaway yang diadakan oleh Gerakan One Week One Book dan Kang Maman. Aku merasa beruntung memenangkan giveaway tersebut dan mendapatkan buku ini.


Blurb
"Panggil aku: Re:!"
"Pekerjaanku pelacur!"
"Lebih tepatnya, pelacur lesbian!"
Pertemuan dengan Re:, si pelacur lesbian, mengubah jalan hidup Herman. Semula, mahasiswa Kriminologi itu menganggap Re: sekadar objek penelitian skripsinya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.
Kisah hidup Re: yang berliku menyeret Herman hingga jauh ke dalam. Herman terpaksa terlibat dalam sisi tergelap dunia pelacuran yang bersimpah darah, dendam dan airmata.

Herman, seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Kriminilogi dan juga bekerja sampingan sebagai jurnalis, menyusun tugas akhir skripsi. Skripsi yang herman kerjakan mengambil tema pelacuran di Jakarta. Hal ini membawa herman terjun dan terlibat langsung ke dalam dunia prostitusi. Dengan latar cerita tahun 80-an, Re: merupakan salah satu wanita tuna susila yang terjebak di dunia pelacuran. Kisah hidup Re: yang penuh lika liku membawanya ke dunia gelap. Herman membantu Re: dengan menjadi supir pribadinya untuk mengantarkan Re: saat melakukan "pekerjaannya". Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai dunia pelacuran  lesbian di Jakarta.

Re:, merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Dia dilahirkan tanpa kehadiran seorang ayah, ya dia anak diluar nikah. Ibunya meninggal dunia saat dirinya berusia 10 tahun. Neneknya selalu menyebut dirinya "anak haram". Karena kurangnya kasih sayang dari keluarga, Re: tumbuh menjadi anak yang pendiam dan tertutup. Menarik diri dari kehidupan sosial. Saat Re: memasuki masa masa SMA, dia menjalin hubungan dengan guru lesnya dan teman sekolahnya, sampai dia melakukan hubungan yabg tidak layak dilakukan. Hingga akhirnya Re: hamil. Karena takut dengan kemarahan neneknya, Re: melarikan diri dari rumah, sampai dia terdampar di kota Jakarta dan diajak tinggal dengan Mami Lina. Mami Lina yang ternyata adalah boss besar, boss dalam tanda kutip, dalam dunia prostitusi. Secara tidak sengaja, Re: mau tidak mau masuk lebih dalam ke dunia prostitusi yang kejam dan gelap.

Lalu, kemana anak Re:?
Anak Re:, Melur namanya. Dia tumbuh menjadi anak yang ceria, gadis cantik yang ceria bahkan tidak tahu bahwa Re: adalah ibu kandungnya. Re: tidak sanggup untuk bertemu dengan putri kecilnya yang dia titipkan kepada orang kepercayaan Re:.

Lalu, bagaimana kisah Re: selanjutnya?
Kalian bisa membaca kisah Re: ini, kita jadi tahu secara jelas kisah pelacuran yang sudah marak di era 80-an.

Banyak hal yang membuatku bergidik ngeri dan miris. Bayangkan di tahun 80an saja sudah banyak pelaku LGBT. Kehidupan kelam dan kejam di dunia prostitusi yang minim dengan keadilan, diceritakan secara gamplang oleh Kang Maman Suherman. Dari kisah kematian teman Re:, Sinta, yang penuh dengan tanda tanya. Tidak terlalu diusut oleh pihak kepolisian.

Menurut cacatan penulis, karena diangkat dari skripsi, tentu sebagian besar lokasi, tempat, dan peristiwa dalam cerita ini juga bukan fiksi semata. Oleh sebab itu banyak yang disamarkan. Beberapa tempat dugem dan hiburan malam masih bisa dikunjungi hingga hari ini, tapi banyak juga yang sudah pindah atau berubah fungsi.
.
Novel ini merupakan novel dewasa, 18+.