Judul: 𝐍𝐞𝐯𝐞𝐫𝐦𝐨𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐓𝐫𝐢𝐚𝐥𝐬 𝐨𝐟 𝐌𝐨𝐫𝐫𝐢𝐠𝐚𝐧 𝐂𝐫𝐨𝐰 Penulis: 𝐉𝐞𝐬𝐬𝐢𝐜𝐚 𝐓𝐨𝐰𝐧𝐬𝐞𝐧𝐝
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡: 𝐑𝐞𝐧𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐚𝐫𝐝𝐢𝐧𝐢
𝐄𝐝𝐢𝐭𝐨𝐫: 𝐘𝐮𝐥𝐢 𝐏𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐢𝐚
Penerbit: 𝐌𝐢𝐳𝐚𝐧 𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐢
Tahun: 𝟐𝟎𝟏𝟕
Halaman: 𝟒𝟔𝟒 𝐡𝐥𝐦; 𝟐𝟐𝐜𝐦
𝐈𝐒𝐁𝐍 𝟗𝟕𝟖𝟔𝟎𝟐𝟑𝟖𝟓𝟑𝟓𝟕𝟏
.
Morrigan Crow tahu dia akan mati saat berulang tahun ke-12, tepat pada hari Eventide. Seperti halnya anak-anak lain yang lahit pada tahun yang sama, dia dituduh sebagai penyebab semua kesialan di kotanya, dari kematian, cuaca buruk, kekalahan dalam lomba, sampai makanan basi.
Namun, siapa sangka Eventide tiba satu tahun lebih cepat? Dan, siapa sangka pula, bukannya Maut, malah Jupiter North yang menjemputnya, membawa Morrigan kabur ke kota rahasia, Nevermoor.
.
Morrigan Crow "dicap" sebagai anak terkutuk. Morrigan selalu menjadi kambing hitam dalam segala permasalahan yang terjadi di kotanya. Ayah Morrigan adalah kanselir Great Wolfacre, yang terbesar di antara keempat negara bagian Republik Wintersea. Ayahnya adalah orang yang penting dan selalu sibuk. Dia jg mempunyai ibu Tiri. Hal ini yang menyebabkan Morrigan selalu kesepian, dan kurang bahagia.
Sampai suatu ketika, dia "diculik" oleh Jupiter North dan mengajaknya ke Nevermoor, Negeri Bebas.
.
Jupiter, sebagai pengayom Morrigan, mengajaknya untuk mengikuti seleksi sebagai anggota Wundrous Society. Hanya sembilan anak yang akan diterima di akademi bergengsi bagi anak-anak berbakat.
Lalu, apa bakat terpendam yang dimiliki Morrigan Crow?
Bagaimana dia bisa bersaing dengan anak-anak hebat lainnya?
Hanya satu yang diinginkan Morrigan, dia hanya menginginkan tempat yang bisa disebutnya rumah, orang-orang yang bisa dianggapnya sahabat dan keluarga.
.
Tapi disamping itu semua, ternyata Morrigan diincar oleh Jones Squall yang ternyata adalah Wundersmith, musuh dari semua penduduk Nevermoor.
.
Ibarat kalau di Harry Potter, Jupiter adalah Dumbledore. Dan Jones Squal adalah Voldemort 😁
.
"Kau tadi menanyakan apakah kutukan adalah bakatmu? Apa keahlianmu adalah mendatangkan kecelakaan? Camkan perkataanku ini: 𝘒𝘢𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢-𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢, Morrigan Crow. Sedari awal juga tidak pernah".
.
Novel fantasi ini membuatku nostalgia akan suasana magic. Suasana berpetualangan. Ceritanya sangat rinci dan detail.
⭐ 4.2 / 5.0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar