Kamis, 26 November 2020

Trik Membaca Konsisten

Sedikit bercerita tentang diriku dan buku. Sekarang aku tergabung dalam komunitas OWOB yaitu Komunitas One Week One Book. Kita diharuskan setor review'an buku minimal satu buku dalam satu minggu. Bebas, buku apa saja. Fiksi/ Non Fiksi/ Biografi/ Komik bebas, asalkan bukan buku nikah hahaha, beda konteks ya kawan hehehe.

Review buku kemudian diposting di feed instagram kita masing-masing, dan jangan lupa tag akun instagramnya gerakan1week1book.  Dengan catatan, akun instagram kalian jangam di private ya. Yang membuatku terpincut dengan komunitas ini adalah, konsistennya, keseriusannya, karena tiap bulan selalu ada presensi rapor kita dalam sebulan. Adakah rapor merah? Jika minggu pertama di bulan A, kita tidak menyetor review atau ulasan buku, otomatis nilai rapor kita merah nanti.

Ya, kakak-kakak admin kerja extra keras, mencatat satu per satu para membernya. Keren kan. 

Nah, ini memberikan tantangan tersendiri buatku. Jadi dari dulu aku selalu menanamkan diri sejak masih sekolah dulu, minimal satu bulan aku membaca satu buku.

Ya karena tumpukan bukuku semakin banyak, TBR ku semakin buanyak. Aku harus menghabiskan semua TBR ku, gimana caranya agar aku termotivasi? Akhirnya aku menemukan komunitas ini. Dengan komunitas ini, aku termotivasi untuk menghabiskan semua TBR ku di rak buku hehehe

So, yang mau ikut bergabung dengan komunitas ini, bisa buka instagram komunitas ini yaa. Caranya, tinggal klik bio aja. Nanti kalian baca caranya 😊


Ini akun instagram OWOB



Disini aku mau sharing pengalaman saja, trik membaca konsisten dari hasil aku menhikuti panggung obrolan kolaborasi antara Cabaca dan Gerakan owob.



Bagaimana sih cara membangun kebiasaan membaca?

Menurutku yang paling utama adalah *waktu*. Temukan waktu yang tepat untuk membaca dan luangkan waktu setiap hari. 
Jadi, aku punya tips dan trik. Kemanapun kamu pergi, bawalah buku yg saat itu sedang kamu baca. Saat ada waktu luang, bacalah buku, cukup 15 menit saja. Atau kalau menurut kalian itu lama, bisa jadi 10 menit saja.

Yg kedua adalah Kebutuhan
Jadikan membaca itu sebagai kebutuhan. Kalau buat aku pribadi, membaca itu suatu bentik merelaksasikan diri. Membuat pikiran jadi lebih rileks. Ketika aku stress banyak yang dipikirkan, overthinking, aku lari ke buku. Tidak selalu buku, aku lari ke menggambar, mewarnai, atau menulis apa yang aku rasakan saat itu ke buku diaryku.

Ketiga, Teman
Berteman dengan orang yang suka membaca buku. Kalian boleh mengikuti komunitas manapun yg kamu mau tentang literasi. Kebetulan keluargaku suka membaca, bapak dan kakakku bisa dibilang yang menularkanku pada buku ketika kecil.

Keempat, buku favorit
Mulailah membaca dari buku yang kamu favoritkan. Genre apa yang kamu sukai. saat ini kamu sedang mood dengan buku apa. 
Seperti apa kata mba Najwa Shihab:
Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta

Kelima, Reward
Berilah reward kepada diri sendiri setiap berhasil membaca satu buku.
Saat ini akupun ikut #gocengchallenge. Jadi tiap kita menyelesaikan satu buku, kita memasukkan lima ribu rupiah kedalam celengan, yang nantinya saat akhir tahun alias event 12.12, kita bisa jajan buku dengan uang yang sudah kita kumpulkam selama satu tahun itu. 

-Sharing is caring-


Rabu, 25 November 2020

Nenek Hebat dari Saga (Review Buku)

Judul: Nenek Hebat dari Saga
Judul asli: Saga no Gabai Baachan
Penulis: Yoshichi Shimada
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Penerbit: Kansha Publishing
Cetakan I: Juni 2016
Halaman: 264 hal
ISBN: 9786027041097
.
Buku ini berdasarkan kisah nyata yg dialami penulis ketika masih kecil. Di buku ini, penulis menggunakan nama kecilnya, yaitu Akihiro Tokunaga.
.
Kisah seorang anak bernama Akihiro Tokunaga, anak yatim yang tinggal bersama ibunya. Ayahnya meninggal akibat pengaruh radioaktif dari bom Hiroshima. Kala itu Jepang mengalami kondisi berat. Bom atom pertama yang dijatuhkan di muka bumi mendarat di Hiroshima. 
.
Karena kesibukan ibu Akihiro, dan tidak ada waktu untuk Akihiro. Akihiro dititipkan kepada neneknya di desa Saga. Dia mulai hidup bersama Nenek sejak  tahun 33 era Shiwa (1958), ketika itu Nenek sudah berusia 58 tahun. Ketika itu Akihiro kecil masih menjadi murid Sekolah Dasar.
.
Nenek Osano hidup amat sederhana, dan kekurangan. Beliau bekerja sebagai penyapu halaman sekolah. Akihiro juga harus menyesuaikan dengan lingkungan barunya. Walaupun hidup dengan serba kekurangan, Nenek Osano tidak pernah pesimis dan slalu optimis. Selalu ceria dan selalu bersemangat. Nenek adalah orang yg gigih dan selalu punya ide-ide brilian, serta nasihat-nasihat yang membuat Akihiro patuh dan mempercayainya.
.
Disinilah Akihiro diajarkan arti kehidupan. Kata Nenek, hiduplah miskin mulai sekarang, bila sudah kaya, kiya jadi berplesir, jadi makan sushi, jadi menjahit kimono. Hidup jadi kelewat sibuk 😁
.
Nenek Osano selalu mempunyai ide-ide yg kreatif dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Misalnya saja, memasang galah di sungai yg berada di depan rumahnya agar sayur sayuran yg dibuang dari pasar akan tersangkut di galah tsb. Nenek Osano selalu menyebut sungai itu sebagai "Supermarket Pribadi".
Kata Nenek, "Lobak yang berujung dua sekalipun, kalau dipotong-potong dan direbus, sama saja dengan yg lain. Timun yg bengkok sekalipun, bila diiris-iris dan dibumbui garam, tetap saja timun."
.
Dibuku inipun juga dceritakan kisah Akihiro dan teman-temannya di sekolah dan juga guru-gurunya. Seperti kisah tentang gurunya yg selalu mengajak bertukar bekal setiao acara olahraga tahunan, dgn alasan sakit perut. Trnyata bekal gurunya itu berisi makanan yg lezat. Dan Akihiro baru menyadari setelah sekian tahun, bahwa gurunya hanya ingin berusaha berbuat baik pdanya.
.
Kalau ditulis sprti ini, seolah Nenek hanya bisa bergantunh pada kebaikan orang lain. Tapi sebenarnya Nenek sendiri juga orang yg gemar membantu orang lain.
"Kebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan"
.
Novel ini sangat ringan dibaca, setiap kalimat mudah dicerna dan membekas dihati. Kisah Nenek Osano dari Saga sangat menyentuh, mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, optimis, berjuang gigih. Dan disini belajar bahwa kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yg dtentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yg ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.
.
Aahh alangkah indahnya hidup ini apabila kita tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur 🥰