Rabu, 25 November 2020

Nenek Hebat dari Saga (Review Buku)

Judul: Nenek Hebat dari Saga
Judul asli: Saga no Gabai Baachan
Penulis: Yoshichi Shimada
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Penerbit: Kansha Publishing
Cetakan I: Juni 2016
Halaman: 264 hal
ISBN: 9786027041097
.
Buku ini berdasarkan kisah nyata yg dialami penulis ketika masih kecil. Di buku ini, penulis menggunakan nama kecilnya, yaitu Akihiro Tokunaga.
.
Kisah seorang anak bernama Akihiro Tokunaga, anak yatim yang tinggal bersama ibunya. Ayahnya meninggal akibat pengaruh radioaktif dari bom Hiroshima. Kala itu Jepang mengalami kondisi berat. Bom atom pertama yang dijatuhkan di muka bumi mendarat di Hiroshima. 
.
Karena kesibukan ibu Akihiro, dan tidak ada waktu untuk Akihiro. Akihiro dititipkan kepada neneknya di desa Saga. Dia mulai hidup bersama Nenek sejak  tahun 33 era Shiwa (1958), ketika itu Nenek sudah berusia 58 tahun. Ketika itu Akihiro kecil masih menjadi murid Sekolah Dasar.
.
Nenek Osano hidup amat sederhana, dan kekurangan. Beliau bekerja sebagai penyapu halaman sekolah. Akihiro juga harus menyesuaikan dengan lingkungan barunya. Walaupun hidup dengan serba kekurangan, Nenek Osano tidak pernah pesimis dan slalu optimis. Selalu ceria dan selalu bersemangat. Nenek adalah orang yg gigih dan selalu punya ide-ide brilian, serta nasihat-nasihat yang membuat Akihiro patuh dan mempercayainya.
.
Disinilah Akihiro diajarkan arti kehidupan. Kata Nenek, hiduplah miskin mulai sekarang, bila sudah kaya, kiya jadi berplesir, jadi makan sushi, jadi menjahit kimono. Hidup jadi kelewat sibuk 😁
.
Nenek Osano selalu mempunyai ide-ide yg kreatif dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Misalnya saja, memasang galah di sungai yg berada di depan rumahnya agar sayur sayuran yg dibuang dari pasar akan tersangkut di galah tsb. Nenek Osano selalu menyebut sungai itu sebagai "Supermarket Pribadi".
Kata Nenek, "Lobak yang berujung dua sekalipun, kalau dipotong-potong dan direbus, sama saja dengan yg lain. Timun yg bengkok sekalipun, bila diiris-iris dan dibumbui garam, tetap saja timun."
.
Dibuku inipun juga dceritakan kisah Akihiro dan teman-temannya di sekolah dan juga guru-gurunya. Seperti kisah tentang gurunya yg selalu mengajak bertukar bekal setiao acara olahraga tahunan, dgn alasan sakit perut. Trnyata bekal gurunya itu berisi makanan yg lezat. Dan Akihiro baru menyadari setelah sekian tahun, bahwa gurunya hanya ingin berusaha berbuat baik pdanya.
.
Kalau ditulis sprti ini, seolah Nenek hanya bisa bergantunh pada kebaikan orang lain. Tapi sebenarnya Nenek sendiri juga orang yg gemar membantu orang lain.
"Kebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan"
.
Novel ini sangat ringan dibaca, setiap kalimat mudah dicerna dan membekas dihati. Kisah Nenek Osano dari Saga sangat menyentuh, mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, optimis, berjuang gigih. Dan disini belajar bahwa kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yg dtentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yg ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.
.
Aahh alangkah indahnya hidup ini apabila kita tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur 🥰

Arah Musim (Review Buku)

Arah Musim// Kurniawan Gunadi// Penerbit Bentang// 2019// 188 hlm; 20,5cm// ISBN 9786022916482
.
Arah Musim membahas tentang perjalanan hidup dengan banyak sudut pandang. Menyajikan banyak adegan kehidupan yang bisa kita ambil makna dari kehidupan itu sendiri dan hikmahnya.
.
Buku yang bisa merefleksikan diri. Melihat lebih jauh tentang kehidupan melalui perasaan-perasaan kita. Tentang kekhawatiran, ketakutan, keresahan, harapan, dan kejujuran. Membaca buku ini sepertinya harus dalam keadaan rileks dan pelan-pelan, agar lebih dapat feel'nya dalam membaca di setiap bagian ceritanya.
.
Ketika kita membaca buku ini, kita diajarkan melihat bagaimana seseorang memandang atau melihat sebuah kehidupan.
.
Kita sering memahami bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita adalah hal-hal terbaik yang bisa kita dapatkan.
Kita sering salah memahami maksud-maksud tersembunyi yang Tuhan hadirkan dalam semua rentetan kejadian hidup yang amat berharga.
Tuhan ingin mengajarkan kita sesuatu. Sesuatu yang sering kita tolak kehadirannya. Sesuatu yang barangkali menjadi doa-doa kita selama ini.
Tapi, kita tidak cukup sabar untuk melewati perjalanan ini, melewati musim-musim yang silih berganti.

______________________

"Hidup. Bukanlah tentang mendengarkan orang lain sebanyak-banyaknya. Keputusan-keputusan bukan diambil dari apa kata orang. Kamu menikah, bukan karena kata orang. Kamu berkarier, bukan karena kata orang. Kamu melakukan kebaikan bukan untuk kata orang. Hidup ini sudah bising oleh riuh rendah suara-suara sumbang di balik bayang-bayang, mendikte hidupmu seolah-olah itu adalah yang terbaik untukmu, padahal mereka tidak oernah menjadi dirimu, apalagi menjalaninya. Keputusan hidup kita bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan mencapai titik tertingginya, yaitu keridaan Tuhan". (Hal 16)

"Hidup. Ia tidak seperti cermin, yang menunjukkan hampir keseluruhan apa yang diterimanya tanpa rahasia. Hidup itu menyembunyikan rahasia-rahasianya. Hiduo melipat banyak misteri, kita harus membukanya satu per satu. Kemudian, bagian yang tak kalah pentng adalah kita bersiap untuk menerima kenyataan yang kita dapati dari setiap rahasia yang tersingkap".

Hidup itu seperti apa bagimu? Serumit itukah? Atau sesederhana kamu bisa memahaminya?