Senin, 26 April 2021

Pohon Nira Bengkok di Belakang Rumahmu (Review Buku)

 


Judul: 𝐏𝐨𝐡𝐨𝐧 𝐍𝐢𝐫𝐚 𝐁𝐞𝐧𝐠𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐠 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡𝐦𝐮 

Penulis: 𝐇𝐢𝐝𝐚𝐲 𝐍𝐮𝐫 

𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭: 𝐂𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐬𝐡𝐢𝐧𝐠 

Tahun: 𝟐𝟎𝟐𝟎 

Halaman: 𝟏𝟏𝟎 𝐡𝐥𝐦 

𝐈𝐒𝐁𝐍: 𝟗𝟕𝟖𝟔𝟐𝟑𝟕𝟖𝟎𝟕𝟏𝟕𝟗


𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗

Nenek pergi dan meninggalkan kisah yang gak akan kulupakan seumur hidupku. Memberiku sebuah alasan untuk menjadikan lelaki itu sebagai pria paling kubenci di dunia ini. Tidak saja membuatku dijauhi karena pekerjaannya sebagai penjual tuak, dia juga membunuh ibu dan menjadikanku piatu. Hanya lelaki gila yang mampu membunuh istrinya sendirim aku ingin dia mati saja. Apa itu salah?


📚📚📚

Nira, seorang gadis cantik yang mandiri, pinta dan penuh semangat, merupakan anak piatu. Ibunya telah meninggal dunia, sehari setelah Nira dilahirkan di dunia. Dia tinggal bersama ayahnya, seorang penjual tuak yang suka mabuk-mabukan. Nira kerap mendapat celaan karena pekerjaan ayahnya, dia dianggap anak yang hidup dari uang haram. Kehidupan Nira dengan segala konflik di batinnya yang harus dia hadapi dan dia pendam sendiri. Nira sangat membenci ayahnya.


Bagi yang belum tahu, tuak adalah sejenis minuman beralkohol yang merupakan hasil fermentasi dari nira. Nira sendiri adalah cairan yang diperoleh dari batang tanaman siwalan, yang biasa dikenal sebagai legen (bacanya 'e' awal pepet, 'e' akhir adalah taling) 😁.


Buatku, butuh waktu untuk membaca dan memahami jalan cerita di novel ini. Alur yang maju mundur dan tokoh dengan sudut pandang yang berganti, terkadang mengecohku. Penulis sangat detail dalam membuat narasi dalam cerita ini. Padat, singkat, jelas, sehingga rasanya aku pun ikut merasakan emosi yang dirasakan Nira.


Tokoh-tokoh di dalam novel ini, Suryani- Rajab- Nira- Kidung saling berkaitan. Pohon nira bengkok di belakang rumah merupakan jawaban atas semua rahasia di kehidupan Nira. Plot twist dalam novel ini sungguh tak terduga, sehingga novel ini aku rekomendasikan untuk kalian baca. Untuk kalian yang menyukai novel dengan genre Women's Fiction dengan mengangkat isu lokal, novel ini merupakan salah satu yang tepat untuk kalian baca.


"Nira untuk Suryani-Rajab. Nira untuk pohon siwalan yang menemani hari-harinya dan membuatnya, betapa pun juga, menjadi lelaki yang mencintai bayi dari perempuan yang sangat dicintai dan harus dihabisinya dengan tangannya sendiri." (Hlm 97)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar