Selasa, 23 Februari 2021

Jika Kucing Lenyap dari Dunia (Review Buku)


Judul: 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐊𝐮𝐜𝐢𝐧𝐠 𝐋𝐞𝐧𝐲𝐚𝐩 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚
Penulis: 𝐆𝐞𝐧𝐤𝐢 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐦𝐮𝐫𝐚 
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡: 𝐑𝐢𝐛𝐞𝐤𝐚 𝐎𝐭𝐚 
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭 𝐁𝐀𝐂𝐀
Tahun: 𝟐𝟎𝟐𝟎 
Halamn: 𝟐𝟓𝟓 𝐡𝐥𝐦 
 𝐈𝐒𝐁𝐍 𝟗𝟕𝟖𝟔𝟎𝟐𝟔𝟒𝟖𝟔𝟒𝟑𝟏

📚 Blurb:
Apakah yang akan kamu lakukan jika umurmu tinggal hitungan hari? Apa perasaanmu jika kamu akan segera mati?

Seorang lelaki muda penyendiri yang bekerja sebagai tukang pos divonis mengidap kanker stadium akhir. Umurnya tinggal sebentar lagi. Dalam kekalutan, datang tawaran menggiurkan untuk melakukan perjanjian dengan Iblis agar hidupnya terselamatkan. Syaratnya: setiap hari dia harus bersedia menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi dari dunia ini.

Jika kamu yang berada pada posisi dia, maukah kamu menerima tawaran sang iblis? Jika ya, benda apa yang rela kamu hilangkan? Maukah kamu menghilangkan mantan pacarmu? Maukah kamu melenyapkan binatang kesayanganmy dari dunia yang aneh ini?
_____________________




Novel ini tentang kisah seorang pria yang berusia 30 tahun, bekerja sebagai tukang pos. Tokoh Aku dalam novel ini adalah pria tersebut, tetapi tidak disebutkan nama dari pria ini.
Dia hidup sendiri bersama seekor kucing, bernama Kubis. Ibunya meninggal dunia empat tahun yang lalu dan tidak pernah bertemu atau menghubungi ayahnya selepas ibunya meninggal dunia. Pria ini divonis dokter menderita kander stadium IV, sisa waktunya paling panjang setengah tahun. Bisa juga lebih cepat dari seminggu.

Alur cerita yang santai menurutku, lambat tapi masih bisa aku nikmati. Setiap bab, penulis seolah-olah terus menyentil kita, selalu ada pesan disetiap babnya tanpa kita sadari.
"aku memegang ponsel dari sejak bangun pagi sampai persis sebelum tidur. Jumlah buku yang kubaca jauh berkurang. Koran juga tidak lagi kubaca. Film yang ingin kutonton menumpuk terus." (Hlm. 51)

Penyesalan dari tokoh seolah akupun ikut merasakannya. Memberikan gambaran tentang kehidupan.
"Selama tiga puluh tahun hidupku ini, pernahkan aku melakukan sesuatu yang benar-benar penting?"  (Hlm. 160)

Novel yang unik, novel yang ringan. Terjemahannya juga luwes, tidak kaku. Tak hanya asyik untuk dibaca, tapi banyak menyimpan makna dan pesan untuk kehidupan. Memberi kita pencerahan tak terduga, membuat kita tertawa, tersenyum, bersedih sekaligus menjadikan renungan.
"Jika dilihat dari dekat, hidup manusia itu tragedi, tapi jika dilihat dari jauh, itu merupakan komedi." (Hlm. 98)

Untuk kalian yang suka dengan novel tentang keluarga, cerita yang membuat hati terasa hangat, novel ini cocok untuk dibaca.Terlebih untuk para pecinta kucing, di bab 'Hari Jumat, Jika Kucing Lenyap dari Dunia', jujur membuatku terharu berkaca-kaca.
"Bukannya manusia yang memelihara kucing, melainkan kucinglah yang mendampingi manusia."  (Hlm 220).

Senin, 22 Februari 2021

Wundersmith The Calling of Morrigan Crow (Review Buku)


Judul: 𝐖𝐮𝐧𝐝𝐞𝐫𝐬𝐦𝐢𝐭𝐡 𝐓𝐡𝐞 𝐂𝐚𝐥𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐨𝐟 𝐌𝐨𝐫𝐫𝐢𝐠𝐚𝐧 𝐂𝐫𝐨𝐰
Penulis: 𝐉𝐞𝐬𝐬𝐢𝐜𝐚 𝐓𝐨𝐰𝐧𝐬𝐞𝐧𝐝 
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡: 𝐑𝐞𝐧𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐚𝐫𝐝𝐢𝐧𝐢 
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭: 𝐌𝐢𝐳𝐚𝐧 𝐅𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬𝐢 
Tahun: 𝟐𝟎𝟏𝟗 
Halaman: 𝟒𝟗𝟎 𝐡𝐥𝐦 
𝐈𝐒𝐁𝐍 𝟗𝟕𝟖𝟔𝟎𝟐𝟑𝟖𝟓𝟕𝟒𝟑𝟐

𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗:
Saudara-saudari sehidup semati? Saling setia, siap bahu membahu?
Morrigan mulai merasa ikrar Wundrous Society itu hanya omong kosong.
Tidak ada yang menyukainya di sekolah-yah, kecuali Hawthorne, sahabatnya. Unit mereka terus dikirimi surat kaleng berisi ancaman untuk menguak rahasia Morrigan dan gurunya di Society hanya mengajarkan satu hal: semua Wundersmith itu jahat dan Morrigan bukanlah pengecualian.
Yang terburuk, satu per satu orang mulai menghilang dan teror bermunculan. Nevermoor, kota fantastis yang magis dan menawarkan perlindungan, kini dilingkupi ketakutan dan kecurigaan...
Dan, besar kemungkinan, Morrigan penyebabnya.

___________________________________________

Wundersmith merupakan buku kedua dari serial Nevermoor.

Wundersmith bercerita tentang kisah Morrigan Crow yang akhirnya berhasil menjadi bagian dari Wundrous Society. Ternyata hal ini tidak semata-mata membuat Morrigan merasa tenang dan lega, mengapa?
Teman-temannya membencinya atau bahkan merasa takut dengan Morrigan terkecuali teman setianya, Hawtrone. 
Ya, Morrigan sudah mengetahui bahwa dirinya merupakan wundersmith. Teman-teman satu unit, 919 pun juga mengetahuinya.

Morrigan hanya diperbolehkan mengikuti satu pelajaran. Tapi, seiring berjalannya waktu, mata pelajaran yang diikuti Morrigan bertambah sekaligus merupakan mata pelajaran favoritnya.
Ditambah dengan datangnya surat kaleng yang berisi ancaman untuk membuka rahasia unit 919.

Sementara itu, diluar WunSoc, orang-orang yang mempunyai kemampuan istimewa satu demi satu menghilang. Ada pengkhianat di dalam WunSoc! Apakah ini ulah Ezra Squall? Dan ada teman Morrigan yang bahkan ikut menghilang. Hmm siapakah itu?

Di buku kedua ini, ceritanya lebih seru, lebih menantang, imajinasiku ditantang utk semakin liar di buku kedua ini. Situasi kota Nevermoor dan segala misterinya diceritakan begitu menarik dan keren.
Kemampuan Morrigan disini pun akhirnya terlihat. Keterlibatan Ezra Squall juga berperan dalam munculnya kemamphan magis Morrigan. Jupiter si penganyom Morrigan selalu setia mendengarkan curhatan Morrigan dan selalu membela Morrigan di hadapan para Tetua. Jupiter mengingatkanku pada Dumbledore dalam kisah Harry Potter.

⭐ 4.5/ 5.0