Kamis, 29 Juli 2021

APLIKASI PLATFORM BACA "CABACA"


Aplikasi CABACA itu apa sih?
Aplikasi CABACA itu platform penyedia bacaan yang cerita-cerita di dalamnya itu ringan untuk dibaca.

Sejujurny, aku baru mengetahui aplikasi ini tahun lalu, tahun 2020. Ketika itu aku memdaftar sebagai member di salah satu komunitas buku, yaitu Komunitas Gerakan One Week One Book. Dimana komunitas OWOB ini berkolaborasi dengam CABACA untuk memberikan reward atau hadiah kepada member OWOB yang paling banyak menyetor dan mereview buku dalam kurun dalam satu bulan.

Reward atau hadiah yang diberikan berup kerang gratis dengan jumlah tertentu. Kerang? Maksudnya gimana?
Iya kerang, kerang di Cabaca itu semacam saldo yang nantinya untuk membeli BAB di tiap judul bacaan yang kita baca.

Jadi di Cabaca itu gak memakai halaman ya gais, tapi memakai bab. Jadi satu judul cerita bisa berisi 15 bab, ada yang 35 bab, dan lain-lain.

Lalu cara ngisi saldonya gimana? Bisa pakai ewallet, pulsa, transfer otomatis dsn transfer manual.
Seperti di bawah ini:


Untuk lebih jelasnya, kalian bisa baca-baca penjelasan tentang CABACA lebih dalam di blog cabaca. Linknya dibawah ini ya


First impression'ku terhadap Cabaca adalah aplikasi ini memiliki tampilan yang user friendly. Pemakaiannya cukup mudah dan gak membingungkan kok. Bangak kategori yang bisa dipilih pembaca, mulai dari romance, adult, comedy, teenlit, action, fantasy, dan masih banyak lagi.

Kenapa tiba-tiba aku bahas CABACA?
Karena aku pingin bikin review khusus cerita-cerita yang aku baca di aplikasi CABACA. Siapa tahu kalian ikutan tertarik buat baca, setelah membaca reviewku hehe.

Kalian bisa download aplikasi cabaca di playstore, atau klil link di bawah ini:


Bisa juga buka CABACA melalui websitenya CABACA tentunya. Linknya aku sertakan juga ya di bawah ini:


So, apakah kamu tertarik dan penasaran dengan aplikasi ini?

Tungguin beberapa review cerita yang aku baca dari aplikasi CABACA ini ya gais.
Pantengin terus blogku. 
Terima kasih ❤️

Rabu, 28 Juli 2021

THE OLD MAN AND THE SEA (Review Buku)


Judul: 𝐓𝐡𝐞 𝐎𝐥𝐝 𝐌𝐚𝐧 𝐚𝐧𝐝 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐞𝐚
Penulis: 𝐄𝐫𝐧𝐞𝐬𝐭 𝐇𝐞𝐦𝐢𝐧𝐠𝐰𝐚𝐲
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡: 𝐃𝐞𝐞𝐫𝐚 𝐀𝐫𝐦𝐲 𝐏𝐫𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭: 𝐍𝐀𝐑𝐀𝐒𝐈
Tahun: 𝟐𝟎𝟏5
Halaman: 𝟏𝟔𝟒 𝐡𝐥𝐦; 𝟏𝟏.𝟓𝐱𝟏𝟖,𝟓 𝐜𝐦

The Old Man and The Sea bercerita tentang nelayan tua yang berpengalaman, Santiago. Namun di suatu waktu, ia melewatkan delapan puluh empat hari tanpa menangkap seekor ikan pun. Di masyarakat, ia kemudian disebut sebagai salao, yaitu bentuk terburuk dari ketidakberuntungan.

Karena sebutan itulah, Manolin, seorang bocah lelaki yang sering membantunya, dilarang oleh orang tuanya untuk membantu Santiago, dan memintanya untuk membantu nelayan-nelayan lain yang lebih sukses dan lebih banyak menangkap ikan. Betapa mirisnya jika seorang nelayan dicap sudah tak mampu lagi menangkap ikan.

Santiago adalah lelaki yang tak pantang menyerah. Dia pergi berlayar sendirian ke Gulf Stream, yang letaknya di Samudra Atlantik. Disinilah kekuatan dan keteguhannya diuji. Ia berjuang selama berhari-hari di tengah lautan dengan rasa lelah dan badan yang penuh dengan luka-luka.

Novel tipis ini memberikan pesan kehidupan kepada kita. Karakter nelayan tua, Santiago yang memiliki semangat dan tekad yang tinggi. Sebagai nelayan yang sudah berusia lanjut, ia hanya ingin menunjukkan eksistensinya. Ia ingin membuktikan bahwa ia bukan salao, meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya. Dan Manolin, bocah lelaki yang selalu berbaik hati dan selalu peduli pada Santiago.

Selain itu, buku ini juga memberikan gambaran yang menarik, karena berlatarbelakang kehidupan laut. Menurutku, penulis menggambarkan kehidupan laut dengan detail dan bisa mengajakku ikut berimajinasi.