Kamis, 18 Maret 2021

Rembulan di Mata Ibu (Review Buku)


Judul: 𝐑𝐞𝐦𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚 𝐈𝐛𝐮 

Penulis: 𝐀𝐬𝐦𝐚 𝐍𝐚𝐝𝐢𝐚 

𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭: 𝐌𝐢𝐳𝐚𝐧 

Tahun: 𝟐𝟎𝟎𝟎 

Halaman: 𝟏𝟔𝟎 𝐡𝐥𝐦


𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗

Seingat Diah

Selama ini ibu tidak pernah bersikap lembut kepadanya. Jangankan bersikap lembut, tersenyum saja barangkali hanya sesekali, itu pun hukan senyum ramah, melainkan senyum mengejek.

Hingga suatu ketika, Diah bisa keluar dari kungkungannya, Diah mendapat beasiswa untuk kuliah di kota lain. Waktu itu, Diah berharap Ibu akan senang mendengarnya, tetapi malah sebaliknya, Ibu mengejek dengan mencerca pendidikan yang akan ditempuhnya.

Dan sekarang, setelah hampir lima tahun tidak berjumpa, tiba-tiba Ibu meminta Diah pulang. Ada apa gerangan? Apa Ibu belum puas memusuhinya? Atau sebaliknya? Cerita ini terbalut dalam 𝘙𝘦𝘮𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘔𝘢𝘵𝘢 𝘐𝘣𝘶.

Bersama 𝘙𝘦𝘮𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘔𝘢𝘵𝘢 𝘐𝘣𝘶, masih ada cerita lain. Semua mengandung hikmah untuk direnungkan.


📚📚📚📚📚

Sejenak nostalgia semasa SMP. Seingatku, aku membaca buku ini saat aku masih dibangku SMP. Salah satu kumpulan cerpen favoritku dikala itu. Dan beruntungnya aku, masih tersimpan di rak bukuku.


Buku ini merupakan kumpulan cerpen karya Mba Asma Nadia. Siapa yang ga kenal Asma Nadia?  Mba Asma Nadia telah banyak menerbitkan karya-karyanya, salah satunya kumpulan cerpen remaja islami ini.


Buku ini berisi kumpulan cerpen dengan sembilan judul cerpen di dalamnya. Yaitu, pertama dengan judul, Denting Kasih Senja Hari, tentang perjalanan seorang laki-laki dalam menemukan arti kehidupan. Cerpen kedua, Di Bening Persahabatan. Tentang persahabatan antara perempuan dan laki-laki. Cerpen ketiga, Rembulan di Mata Ibu. Cerita yang sangat membekas, tentang seorang anak yang membenci ibunya karena kesalahpahaman diantara keduanya.


Cerpen keempat, Koran Gondrong. Cerita tentang laki-laki yang dengan sukarela memotong rambut gondrong kesayangannya, demi tujuan mulia. Cerpen kelima, Secercah Surya Tengah Hari. Tentang seorang pria pengangguran yang menjadi pencopet amatiran.


Cerpen keenam, Gaya-gaya Tante Erna. Cerita tentang seorang keponakan yang sudah lelah menghadapi sikap tantenya. Cerpen ketujuh, Jai. Tentang pria yang suka bertingkah jail, sampai membuat orang-orang kesal padanya. Cerpen kedelapan, Sejuta Kasih Sayang. Cerita tentang seorang anak berkebutuhan khusus yang menguji kesabaran ibunya.

Dan cerpen terakhir berjudul Tali Kasih. Cerpen yang bercerita tentang pengkhianatan dari seorang sahabat, penyesalan, serta penerimaan.


Semua kisah dalam buku ini, memberikan makna tersirat kepada pembacanya. Juga memberikan nasihat lewat obrolan-obrolan ringan. Cerpen favoritku disini adalah Rembulan di Mata Ibu, Sejuta Kasih Sayang dan Tali kasih. 


Apakah kalian juga ingin ikut bernostalgia dengan buku ini?

RAPIJALI 1: Mencari (Review Buku)


Judul: 𝐑𝐚𝐩𝐢𝐣𝐚𝐥𝐢 𝟏: 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐚𝐫𝐢

Penulis: 𝐃𝐞𝐞 𝐋𝐞𝐬𝐭𝐚𝐫𝐢

Penerbit: 𝐏𝐓.𝐁𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐮𝐬𝐭𝐚𝐤𝐚

Tahun: 𝟐𝟎𝟐𝟏

Halaman: 𝟑𝟓𝟐 𝐡𝐥𝐦; 𝟐𝟎 𝐜𝐦


𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗

Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya yang damai di Pantai Batu Karas, rumahnya yang penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyanyanginya. Namun, diam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita.

Hidup Ping jungkir balik ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping mesti menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru. Mungkinkah ia menemukan apa yang hilang selama ini? Dan, apakah Ping siap dengan yang ia temukan? Bahwa, hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga.


📚📚📚📚📚

Novel ini bercerita tentang seorang gadisb ernama Ping dari Batu Karas, Cijulang yang jago bermusik. Kemampuan musikalitasnya yang begitu istimewa itu diturunkan dari kakeknya, Yuda Alexander. la memiliki kecakapan bermusik yang unik. Kemampuannya dalam melakukan perfect pitch hanya dimiliki oleh sepuluh persen musisi.


Hidupnya berubah setelah ia pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping melanjutkan sekolah di Pradipa Bangsa, salah satu institusi pendidikan terkemuka dan dikenal elite. Di sana, ia bertemu dengan teman-teman barunya. la kemudian bergabung ke dalam kelompok band yang diberi nama Rapijali.


Tema cerita dalam novel ini terbilang kompleks. la merentang dari tema seputar musik, persahabatan, keluarga, percintaan, hingga politik. Adapun karakter Ping digambarkan sebagai gadis yang polos dan selalu semangat dalam belajar.


Tokoh-tokoh dalam novel ini terbilang banyak. Mereka ada yang berada di Batu Karas juga di Jakarta. Meski begitu, bagiku, tidaklah sulit untuk mengingat mereka semua. Sebab setiap tokohnya mempunyai perannya masing-masing. Walaupun ceritanya terkesan ramai sekali, namun novel ini tetap ringan saat dibaca. Sebab ceritanya mengalir dengan lancar.


Namun begitu, menurutku, konflik yang tersaji kurang kuat. Dugaanku, mungkin karena ini buku pertama Rapijali. Oh iya, novel ini masih ada sambungannya, lo! Prediksiku, sepertinya di buku kedua nanti, ceritanya akan semakin mendalam. Sebab di akhir cerita, ada sesuatu yang bakal membuat pembacanya bertanya-tanya dan penasaran. Apa yang akan terjadi dengan Ping? Apakah rahasia Ping dan calon gubernur terungkap? Ah, aku jadi ingin segera membaca kelanjutan ceritanya!