Judul: 𝐑𝐞𝐦𝐛𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚 𝐈𝐛𝐮
Penulis: 𝐀𝐬𝐦𝐚 𝐍𝐚𝐝𝐢𝐚
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭: 𝐌𝐢𝐳𝐚𝐧
Tahun: 𝟐𝟎𝟎𝟎
Halaman: 𝟏𝟔𝟎 𝐡𝐥𝐦
𝘽𝙡𝙪𝙧𝙗
Seingat Diah
Selama ini ibu tidak pernah bersikap lembut kepadanya. Jangankan bersikap lembut, tersenyum saja barangkali hanya sesekali, itu pun hukan senyum ramah, melainkan senyum mengejek.
Hingga suatu ketika, Diah bisa keluar dari kungkungannya, Diah mendapat beasiswa untuk kuliah di kota lain. Waktu itu, Diah berharap Ibu akan senang mendengarnya, tetapi malah sebaliknya, Ibu mengejek dengan mencerca pendidikan yang akan ditempuhnya.
Dan sekarang, setelah hampir lima tahun tidak berjumpa, tiba-tiba Ibu meminta Diah pulang. Ada apa gerangan? Apa Ibu belum puas memusuhinya? Atau sebaliknya? Cerita ini terbalut dalam 𝘙𝘦𝘮𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘔𝘢𝘵𝘢 𝘐𝘣𝘶.
Bersama 𝘙𝘦𝘮𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘔𝘢𝘵𝘢 𝘐𝘣𝘶, masih ada cerita lain. Semua mengandung hikmah untuk direnungkan.
📚📚📚📚📚
Sejenak nostalgia semasa SMP. Seingatku, aku membaca buku ini saat aku masih dibangku SMP. Salah satu kumpulan cerpen favoritku dikala itu. Dan beruntungnya aku, masih tersimpan di rak bukuku.
Buku ini merupakan kumpulan cerpen karya Mba Asma Nadia. Siapa yang ga kenal Asma Nadia? Mba Asma Nadia telah banyak menerbitkan karya-karyanya, salah satunya kumpulan cerpen remaja islami ini.
Buku ini berisi kumpulan cerpen dengan sembilan judul cerpen di dalamnya. Yaitu, pertama dengan judul, Denting Kasih Senja Hari, tentang perjalanan seorang laki-laki dalam menemukan arti kehidupan. Cerpen kedua, Di Bening Persahabatan. Tentang persahabatan antara perempuan dan laki-laki. Cerpen ketiga, Rembulan di Mata Ibu. Cerita yang sangat membekas, tentang seorang anak yang membenci ibunya karena kesalahpahaman diantara keduanya.
Cerpen keempat, Koran Gondrong. Cerita tentang laki-laki yang dengan sukarela memotong rambut gondrong kesayangannya, demi tujuan mulia. Cerpen kelima, Secercah Surya Tengah Hari. Tentang seorang pria pengangguran yang menjadi pencopet amatiran.
Cerpen keenam, Gaya-gaya Tante Erna. Cerita tentang seorang keponakan yang sudah lelah menghadapi sikap tantenya. Cerpen ketujuh, Jai. Tentang pria yang suka bertingkah jail, sampai membuat orang-orang kesal padanya. Cerpen kedelapan, Sejuta Kasih Sayang. Cerita tentang seorang anak berkebutuhan khusus yang menguji kesabaran ibunya.
Dan cerpen terakhir berjudul Tali Kasih. Cerpen yang bercerita tentang pengkhianatan dari seorang sahabat, penyesalan, serta penerimaan.
Semua kisah dalam buku ini, memberikan makna tersirat kepada pembacanya. Juga memberikan nasihat lewat obrolan-obrolan ringan. Cerpen favoritku disini adalah Rembulan di Mata Ibu, Sejuta Kasih Sayang dan Tali kasih.
Apakah kalian juga ingin ikut bernostalgia dengan buku ini?

