Minggu, 06 Desember 2020

Bising (Review Buku)

Judul: Bising 
Penulis: Kurniawan Gunadi 
Penerbit: PT Bentang Pustaka 
Tahun terbit: November, 2020 
Halaman: 156 hlm; 20,5cm 
ISBN: 9786022917618

"Kapan kamu nikah?"
"Kapan hamil?"
"Ngapain sih kerja mulu? Gak kasihan apa sama anakmu?"
"Kenapa gak nyicil rumah aja? Daripada kontrak melulu."

Berisik! Bising!. 
Permasalahan orang dewasa memang tak ada habisnya. Namanya juga life, kehidupan. Pasti selalu ada masalah yg harus kita hadapi.
Bising, merupakan kumpulan cerita pendek yang berisi 63 cerita pendek. Menceritakan banyak pikiran, masalah, kekhawatiran, ketakutan, tentang persoalan-persoalan rumah tangga, karier, personal, pertemanan, dan keluarga.

Pengaruh suara-suara orang lain, anggapan-anggapan orang lain yang mempengaruhi kehidupan yang dijalani.
Buku yang memang sangat bising. Buku yang saya rasa ini bagus ditujukan untuk usia 23 tahun keatas, karena mayoritas cerita pendek di dalam buku ini tentang masalah rumah tangga. Tetapi ada juga cerita dari sudut pandang seorang ayah (orang tua).

Kamu bisa mendapatkan wawasan, gambaran, tentang kekhawatiran kehidupan orang dewasa yang mungkin ada yg terkait dengan kehidupanmu. Bisa kita ambil pelajaran dari semua cerita pendek ini, tergantung dari pandangan tiap-tiap pembaca, karena ini kumpulan cerita pendek yang hanya menceritakan tentang keresahan dan persoalan kehidupan orang dewasa, sehingga tidak semua cerita diberikan jalan keluarnya.

Ada satu cerita yang menurutku membekas, ialah cerita yang berjudul "Bekal dari Ayah". Cerita yang berisi pesan-pesan menyentuh untuk anaknya dalam menjalani kehidupan nantinya ketika dewasa.
"Menjadi dewasa itu penug dengan kebisingan. Ibaratnya kamu berjalan dan tinggal sendiri di hutan pun akan ada orang yang membicarakanmu saat mereka bertemu dan berpisah denganmu. Ketika menjadi dewasa nanti, kalau kamu tidak punya kata-kata baik yang dikeluarkan, lebih baik kamu diam."

Memang sejatinya kita hidup tidak bisa menyenangkan semua orang, dan bukankah kita juga tidak disenangkan oleh semua orang?. Kita tidak peelu berjuang keras untuk disukai oleh semua orang, karena bukanlah kita juga tidak menyukai semua orang?. Bahkan, orang yang berjuang agar kita menyukainya pun belum tentu kita sukai. Buat apa membuang waktu dan tenaga untuk hal-hal yang tidak benar-benar kita perlukan, seperti pengakuan-pengakuan orang lain. Pegang kendali atas hidup kita. Pegang kendali atas pilihan-pilihan yang ada di depan mata. Bertemanlah dengan orang-orang yang bisa mendengarkan dengan baik, sekaligus bisa memberikan penilaian terhadap kita secara terbuka.
Hidup akan berjalan lebih menentramkan tatkala kita bisa melihat dengan jernih, mana jalan yg harus kita tempuh, mana suara yg harus kita dengar .

Semoga kita selalu menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa sabar dan syukur. Selalu ikhtiar dan tawakal.
Aamiin

⭐ 4.0 / 5.0

.        Buku Bising karya Kurniawan Gunadi



Sabtu, 28 November 2020

Sang Putri dan Sang Pemintal (Review Buku)

Judul: Sang Putri dan Sang Pemintal 

Penulis: Neil Gaiman 

Alih bahasa: Nina Andiana 

Penerbit: PT.Gramedia Pustaka Utama 

Tahun: Januari, 2017

Halaman: 73 hlm; 23cm 

ISBN: 9786020335483

.

Sekilas membaca judulnya mengingatkan pada kisah dongeng "Sleeping Beauty", tapi ternyata yang ditulis oleh Neil Gaiman tidak seperti itu. Neil Gaiman berkata bahwa dia tidak begitu menyuki cerita-cerita yang wanita-wanitanya diselamatkan pria.

.

Kisah ini berawal dari tiga kurcaci yang akan memberikan hadiah kain sutra terbaik untuk sang ratu muda yang akan melangsungkan pernikahan. Ketiga kurcaci tersebut mendengar cerita dari para penduduk tentang wabah yang menyerang diluar kerajaan dan melaporkan kepada sang ratu. Wabah tidur, wabah yang dimaksud. Wabah tidur berasal dari sihir.

Para penduduk bercerita bawah ada seorang putri yang dikutuk oleh penyihir jahat sejak sang putri masih bayi. Penyihir yang dimaksud adalah salah satu dari kumpulan penyihir hutan, yang dipaksa menyingkir seribu tahun lalu. Ketika sang putri berumur delapan belas tahun, jari sang putri itu akan tertusuk, dan membuatnya tertidur selamanya.

Tiga kurcaci itu melihat sendiri orang-orang yang sebelumnya terjaga kini mematung memejamkan mata. Ketika mendengar kabar tentang wabah tersebut, sang ratu memutuskan pergi bersama tiga kurcaci untuk melihat keadaan dan mereka pun pergi menuju istana dimana tempat seorang putri kerajaan tertidur akibat ulah penyihir.

.

Mungkin karena ini merupakan buku terjemahan, menurut saya bahasanya agak sedikit rumit. Hei buku ini sebenarnya bukan buku untuk anak-anak ya. Ini untuk orang dewasa. 

Ilustrasi didalam buku ini terkesan dark, rumit, tapi menurut aku sangat menajubkan, sangat detail sekali ilustrasinya, keren.

Karena sebenarnya buku ini bukan untuk anak-anak, maka karakter didalam cerita ini sama sekali tidak ada karakter yg terkesan lucu dan menggemaskan.


Buku Sang Putri dan Sang Pemintal